Jurnal Seumubeuet
http://ejournal.ymal.or.id/index.php/jsmbt
<p>JURNAL SEUMUBEUET adalah jurnal di bidang pendidikan, khususnya Pendidikan Islam, berbagi pengetahuan dan informasi tentang seluruh aspek pendidikan Islam yang terintegrasi dengan semua ilmu pengetahuan, mempublikasikan artikel yang berkualitas untuk menunjukkan perkembangan pendidikan di dunia Islam, dan tujuannya adalah untuk menyebarkan karya-karya asli dan isu-isu terbaru tentang Bidang tersebut. Semua artikel akan ditinjau oleh beberapa ahli sebelum diterbitkan. Penulis bertanggung jawab penuh atas isi artikel.</p>Yayasan Madinah Al-Aziziyahen-USJurnal Seumubeuet2963-7368Pemanfaatan Teknologi Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Era Digital
http://ejournal.ymal.or.id/index.php/jsmbt/article/view/200
<p style="text-align: justify;">Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam cara guru dan peserta didik berinteraksi serta mengelola proses pembelajaran. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan teknologi pendidikan yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana pemanfaatan teknologi pendidikan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran di era digital. Metode yang digunakan adalah <em>library research</em>, yaitu dengan mengkaji berbagai literatur akademik seperti buku, jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pendidikan mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan hasil belajar peserta didik jika diintegrasikan dengan strategi pedagogis yang tepat. Keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh literasi digital guru, dukungan infrastruktur, serta kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa teknologi harus dipandang sebagai instrumen transformasi pendidikan, bukan sekadar alat bantu teknis. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka konseptual yang menempatkan teknologi sebagai katalis perubahan menuju sistem pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.</p>Muhammad RezaNadia UlfaNailul FitriFirmandaErtalina AfwaninMisniaHanum Salsabila
Copyright (c) 2026 Jurnal Seumubeuet
2025-12-312025-12-314211210.63732/jsmbt.v4i1.200Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Belajar Santri Di Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Samalanga
http://ejournal.ymal.or.id/index.php/jsmbt/article/view/208
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kualitas belajar santri di Dayah Jami’ah Al-Aziziyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pimpinan dayah, guru, dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan kualitas belajar santri dilakukan melalui penerapan metode pembelajaran kitab kuning secara tradisional seperti sorogan, bandongan, dan wetonan, disertai dengan pemberian motivasi belajar, keteladanan guru dalam sikap dan akhlak, serta pengelolaan waktu belajar antara pendidikan formal dan nonformal. Faktor pendukung strategi tersebut meliputi kompetensi dan pengalaman guru, lingkungan dayah yang kondusif, serta dukungan pimpinan dayah. Adapun faktor penghambatnya antara lain perbedaan kemampuan santri, keterbatasan sarana pembelajaran, dan padatnya aktivitas santri. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi guru berperan penting dalam meningkatkan kualitas belajar santri di lingkungan dayah.</p>Jaswadi Jaswadi
Copyright (c) 2025 Jurnal Seumubeuet
2025-12-312025-12-314210111210.63732/jsmbt.v4i2.208Manajemen Rekrutmen Guru Dayah Berbasis Tradisi Keilmuan Salafiyah di Aceh
http://ejournal.ymal.or.id/index.php/jsmbt/article/view/201
<p style="text-align: justify;">Dayah sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional di Aceh memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Keberlangsungan fungsi tersebut sangat ditentukan oleh kualitas guru yang direkrut melalui mekanisme berbasis tradisi keilmuan salafiyah. Namun, kajian mengenai manajemen rekrutmen guru dayah masih terbatas dan umumnya dipahami sebagai praktik kultural, belum dianalisis sebagai bagian dari sistem manajemen pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manajemen rekrutmen guru dayah berbasis tradisi keilmuan salafiyah di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur terkait pendidikan dayah, manajemen guru, dan tradisi keilmuan salafiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekrutmen guru dayah menekankan kesinambungan sanad keilmuan, integritas akhlak, loyalitas terhadap dayah, serta legitimasi komunitas keilmuan. Proses rekrutmen berlangsung secara informal namun terstruktur melalui mekanisme kepercayaan, rekomendasi, dan pembinaan berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rekrutmen guru dayah membentuk model manajemen kultural-religius yang memiliki rasionalitas tersendiri dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian manajemen pendidikan Islam dengan perspektif berbasis tradisi lokal.</p>Yusnadi Yusnadi
Copyright (c) 2025 Jurnal Seumubeuet
2025-12-312025-12-31429010010.63732/jsmbt.v4i2.201Esensi Simbol Ritual Suluk Sebagai Media Pendidikan Karakter Spiritual
http://ejournal.ymal.or.id/index.php/jsmbt/article/view/205
<p style="text-align: justify;">Ritual suluk dalam tradisi tasawuf merupakan praktik spiritual yang sarat dengan simbol-simbol edukatif yang berfungsi sebagai media pendidikan karakter masyarakat Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis makna simbolik ritual suluk serta relevansinya sebagai media pendidikan karakter dalam perspektif pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research)</em> dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian terhadap kitab-kitab tasawuf klasik, hadis Nabi, serta literatur pendidikan, psikologi, dan ilmu sosial modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol ritual suluk—seperti peran mursyid, duduk sila ke kiri, penggunaan selendang, suasana kegelapan, khadim suluk, dan praktik menutup kepala saat tawajuh—mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang mencakup pengendalian diri, kedisiplinan, kerendahan hati, pelayanan, solidaritas sosial, serta kesadaran spiritual. Simbol-simbol tersebut berfungsi sebagai media internalisasi nilai melalui pengalaman langsung (experiential learning) yang mengintegrasikan dimensi spiritual, emosional, dan sosial. Dalam konteks krisis moral dan degradasi karakter masyarakat modern, ritual suluk menawarkan model pendidikan karakter holistik berbasis spiritualitas Islam yang relevan untuk dikontekstualisasikan dalam pendidikan nonformal dan pengembangan karakter masyarakat Islam kontemporer.</p>Helmi Abu BakarIswadi
Copyright (c) 2025 Jurnal Seumubeuet
2025-12-312025-12-314211313110.63732/jsmbt.v4i2.205Implementasi Nilai Pendidikan Islam dan Gotong Royong dalam Kegiatan Pengabdian Pasca banjir hidrometeorologi di Aceh
http://ejournal.ymal.or.id/index.php/jsmbt/article/view/211
<p style="text-align: justify;">This study examines the implementation of Islamic education values and mutual cooperation in post-flood community service activities in Aceh. Floods as recurring hydrometeorological disasters cause not only physical damage but also social and spiritual impacts on affected communities. Therefore, post-disaster community service requires an approach that goes beyond technical assistance and emphasizes value-based practices. This study aims to analyze how Islamic educational values and mutual cooperation are implemented in post-flood community service and to identify their contribution to social recovery. The research employed a library research method by reviewing literature on Islamic education, social solidarity, and disaster studies. The findings indicate that Islamic values such as mutual assistance, brotherhood, and social care are manifested through collective community actions. However, these practices remain largely spontaneous and lack a structured model. This study concludes that post-disaster community service based on Islamic values and local culture has strong potential as an effective and sustainable social recovery model in Aceh.</p>Nasrullah Nasrullah
Copyright (c) 2025 Jurnal Seumubeuet
2025-12-312025-12-314213213910.63732/jsmbt.v4i2.211Academic Supervision For Enhancing Teachers’ Pedagogical Competence: A Case Study at SD Negeri Tanjung Lama, Aceh Tenggara, Indonesia
http://ejournal.ymal.or.id/index.php/jsmbt/article/view/213
<p style="text-align: justify;">Improving teacher pedagogical competence remains central to global educational reform. Academic supervision has been widely recognized as a strategic instrument for strengthening instructional quality; however, its contextual implementation in rural developing-country settings remains underexplored. This study investigates how academic supervision contributes to improving teachers’ pedagogical competence in a rural public elementary school in Aceh Tenggara, Indonesia. Employing a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis involving one principal and six teachers. Thematic analysis revealed that structured supervision planning, dialogical feedback processes, reflective post-observation conferences, and continuous mentoring significantly enhanced lesson planning quality, student-centered learning practices, classroom management, and formative assessment strategies. Nevertheless, supervision effectiveness was constrained by administrative workload, time limitations, and limited professional development integration. This study contributes theoretically by contextualizing instructional supervision theory within rural school leadership practice and practically by proposing a contextual supervision improvement model applicable to similar settings. The findings underscore the need for policy reinforcement to institutionalize reflective supervision frameworks in primary education systems.</p>Ramlan Ramlan
Copyright (c) 2025 Jurnal Seumubeuet
2025-12-312025-12-314214015210.63732/jsmbt.v4i2.213