Ameena Journal
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij
<p>Journal Ameena ini merupakan jurnal tentang ilmu keislaman seperti Pendidikan Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, Dakwah Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ilmu Sosial, Filsafat Islam, Pemikiran Islam, Sejarah Islam, Matematika, Kebidanan, Kedokteran dan sebagainya yang dikaji pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Dunia</p>Yayasan Madinah Al-Aziziyahen-USAmeena Journal2986-0016Peranan Circle Pertemanan Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswi Prodi Bimbingan Dan Konseling Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/223
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lingkaran pertemanan terhadap kepercayaan diri mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pada awal studi, beberapa mahasiswi mengalami rendahnya kepercayaan diri akibat faktor pribadi, termasuk penampilan fisik dan persepsi kemampuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkaran pertemanan yang positif dan suportif secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri mahasiswi dengan menumbuhkan penerimaan, dorongan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan akademik dan sosial. Meskipun faktor lain, seperti keterlibatan organisasi, dukungan keluarga, dan adaptasi individu, juga memengaruhi kepercayaan diri, lingkaran pertemanan muncul sebagai sumber utama dukungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kelompok dan konseling sebaya dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islam dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswi.</p>WahyuniJuli AndriyaniReza Muttaqin
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-202026-05-204222523410.63732/aij.v4i2.223Wasiat Wajibah Untuk Anak Angkat Dan Implikasinya Terhadap Hukum Kewarisan Islam Indonesia
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/214
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini mengkaji tentang implikasi penerapan wasiat wajibah bagi anak angkat terhadap hukum kewarisan Islam di Indonesia. Wasiat wajibah untuk anak angkat merupakan ketentuan khas dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang berbeda dengan praktik di negara Muslim lain seperti Mesir, yang lebih memfokuskan wasiat wajibah bagi cucu yatim. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan istinbath hukum melalui kaidah ‘urf, maslahah, dan siyasah al-syar’iyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pasal 209 KHI sempat menuai kontroversi karena dianggap sebagai pasal sisipan dan lebih didasarkan pada hukum adat , namun secara metodologis hal ini dapat diterima sebagai solusi hukum untuk mewujudkan keadilan bagi anak angkat atas jasa-jasanya terhadap orang tua angkat. Wasiat wajibah diberikan maksimal sepertiga dari harta peninggalan dengan syarat anak angkat tidak pernah menerima hibah sebelumnya dan tidak melakukan tindak pidana terhadap pewaris.</p>Munadi UsmanMuhammad Jafar
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314223524610.63732/aij.v4i2.214Persepsi Siswa terhadap Tantangan Pedagogis Pembelajaran Sastra Berbasis Digital di Madrasah Aliyah Negeri 1 Padangsidimpuan
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/230
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap tantangan pedagogis dalam pembelajaran sastra di Madrasah Aliyah Negeri 1 Padangsidimpuan serta dampaknya terhadap motivasi dan keterlibatan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi sastra, terutama dalam aspek interpretasi makna dan analisis teks. Tantangan pedagogis juga terlihat pada penggunaan strategi pembelajaran yang masih konvensional serta keterbatasan pemanfaatan media digital. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun, penerapan metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berbasis teknologi terbukti mampu meningkatkan minat dan partisipasi siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi pembelajaran sastra yang berorientasi pada kebutuhan siswa, integrasi teknologi, serta pengembangan strategi pembelajaran yang adaptif. Dengan demikian, pembelajaran sastra diharapkan dapat menjadi lebih efektif, menarik, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.</p>Zamil HasibuanSyofiani SyofianiHidayati Azkiyah
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314224726310.63732/aij.v4i2.230Dynamic Capabilities dalam Transformasi Manajemen SDM Digital untuk Meningkatkan Resiliensi Organisasi
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/231
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dynamic capabilities dalam transformasi manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis digital guna meningkatkan resiliensi organisasi di era disrupsi teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap fenomena transformasi SDM digital dalam konteks organisasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sensing berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan kompetensi digital dan perubahan lingkungan eksternal secara adaptif. Selanjutnya, kemampuan seizing diwujudkan melalui implementasi strategi pengembangan SDM digital, termasuk pelatihan berbasis teknologi dan integrasi sistem informasi SDM. Sementara itu, kemampuan transforming tercermin dalam perubahan berkelanjutan pada struktur organisasi, budaya kerja, dan sistem pembelajaran yang mendukung inovasi. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi dynamic capabilities dalam manajemen SDM digital secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi organisasi, tidak hanya dalam mempertahankan kinerja, tetapi juga dalam mendorong kemampuan adaptasi dan pertumbuhan di tengah ketidakpastian. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen SDM berbasis digital serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi transformasi yang berkelanjutan.</p>Nickytha Linch De Hans Lumban GaolJenny Ester Pandiangan
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314226428010.63732/aij.v4i2.231Rekayasa Hukum (Fraus Legis) Dalam Perkawinan Beda Agama: Studi Komparatif Pengakuan Hukum Antara Singapura Dan Indonesia Pasca Sema No 2 Tahun 2023
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/258
<p style="text-align: justify;">This study examines the phenomenon of interfaith marriages involving Indonesian citizens (WNI) conducted in Singapore as a response to national legal restrictions following the enactment of Supreme Court Circular Letter (SEMA) No. 2 of 2023. The central issue lies in the conflict between the principle of <em>lex loci celebrationis</em>, which recognizes the formal validity of marriages performed in Singapore, and <em>lex patriae</em>, which requires compliance with material conditions—specifically religious uniformity for Indonesian citizens. Employing a normative juridical method with statutory, comparative, and conceptual approaches, this research aims to analyze the differing roles of religious and civil law in both countries and their legal implications.The findings reveal a fundamental divergence: Indonesia adopts a <em>religious-formalistic</em> system, where religious law constitutes an essential requirement for marital validity, whereas Singapore applies a <em>secular-pragmatic</em> system under the <em>Women’s Charter</em>, separating civil authority from religious doctrine. Marriages conducted by Indonesian citizens in Singapore are considered a form of legal evasion (<em>fraus legis</em>), as they involve an intention to circumvent national law (<em>animus evadendi</em>). SEMA No. 2 of 2023 reinforces the refusal to register such marriages on the grounds of public policy derived from Pancasila values. Consequently, this gives rise to <em>limping marriages</em>, in which couples lack full legal recognition in Indonesia, particularly regarding marital property and inheritance rights. The most significant impact affects children born from such unions, who are legally classified as children born out of wedlock, with limited civil rights and more complex administrative procedures. This study concludes that Indonesia’s current legal policy prioritizes theological legal certainty over the protection of citizens’ civil rights within a global context.</p>Wike SundariSukiatiIwan
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314228129410.63732/aij.v4i2.258Cost Effectiveness Analysis (CEA) Penggunaan Obat Citicoline Injeksi dan Piracetam Injeksi pada Pasien Stroke di RSUD Kotamobagu
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/225
<p>Stroke didefinisikan sebagai disfungsi otak akibat kelumpuhan saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Salah satu pendekatan terapi yang umum diterapkan adalah pemberian obat neuroprotektif, khususnya injeksi Citicoline dan injeksi Piracetam. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapeutik dan efektivitas biaya antara kedua alternatif obat tersebut pada pasien stroke. Dengan menggunakan Analisis Efektivitas Biaya (CEA) kuantitatif, penelitian retrospektif ini menganalisis rekam medis 40 pasien di Rumah Sakit Regional Kotamobagu. Hasil perbandingan nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) menunjukkan bahwa injeksi Citicoline memiliki nilai ACER terendah (Rp4.428.652) dibandingkan Piracetam (Rp6.389.411). Selain itu, nilai ICER sebesar Rp-200.469 mengindikasikan bahwa terapi injeksi Citicoline merupakan pilihan obat neuroprotektif yang paling efektif dan paling murah di rumah sakit tersebut.</p>Windi AstutiAhmat Fazri
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314229530810.63732/aij.v4i2.225Wasathiyah dalam Gerakan Muhammadiyah: Praktik Lokal di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamandau
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/229
<p style="text-align: justify;">This study examines the implementation of <em>wasathiyah</em> (Islamic moderation) within the Muhammadiyah movement at the local level, particularly in Lamandau Regency. This research employs a qualitative descriptive approach based on literature review and institutional practices. The findings indicate that moderation values in Muhammadiyah are not merely conceptual but are manifested in practical forms through Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) and autonomous organizations. The existence of SMP Islam At-Tanwir, TPA At-Tanwir, Day Care services managed by ‘Aisyiyah, and activities centered in Masjid At-Tanwir reflects the integration of balance, social adaptation, and community-oriented values. Additionally, the involvement of autonomous organizations such as ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci, and LAZISMU strengthens inclusive and transformative Islamic moderation. This study concludes that Muhammadiyah in Lamandau represents a contextual and progressive model of moderate Islam.</p>DanaMaulidiyah Nishfi HikmahMardiana Dina
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314230932010.63732/aij.v4i2.229Nilai Pendidikan Karakter Dalam Geguritan Widyasari
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/256
<p style="text-align: justify;">This study aims to describe the character education values contained in Geguritan Widyasari. The research is motivated by the importance of preserving traditional Balinese literature as a medium for character education amid the rapid development of science, technology, and globalization that affect the behavior of the younger generation. Geguritan Widyasari was chosen because it contains moral, spiritual, and social teachings relevant to modern life.This study used a qualitative descriptive method with library research techniques. Data were collected through repeated reading and translation of the text, then analyzed using descriptive-analytic methods by selecting and classifying data according to the research focus. The results show that Geguritan Widyasari contains five character education values: religiosity, honesty, discipline, responsibility, and social care. Religious values are reflected in devotion to God and self-control. Honesty appears in teachings about upholding truth and sincerity. Discipline is shown through diligence in learning and self-control. Responsibility is reflected in fulfilling obligations and maintaining moral behavior. Social care is demonstrated through helping others, willingness to sacrifice, and prioritizing the common good. Therefore, Geguritan Widyasari can serve as a medium for character education and the preservation of Balinese cultural values.</p>I Putu Wiyasa
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314232133510.63732/aij.v4i2.256Dinamika Regulasi Poligami: Studi Komparatif Mudawwanah Al-Usrah Maroko dan Kompilasi Hukum Islam Indonesia
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/237
<p style="text-align: justify;">Dinamika hukum keluarga Islam di era modern melahirkan ragam interpretasi legislasi, khususnya terkait regulasi poligami. Maroko melalui <em>Mudawwanah al-Usrah</em> dan Indonesia dengan Kompilasi Hukum Islam (KHI) merepresentasikan dua kutub paradigma yang berbeda dalam merespons isu tersebut. Di lapangan, praktik poligami di Indonesia kerap diwarnai penyelundupan hukum yang meminggirkan hak perempuan, sehingga memunculkan urgensi untuk mengkaji efektivitas regulasinya secara komparatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasikan konstruksi hukum poligami antara Maroko dan Indonesia, menganalisis fondasi filosofis serta operasionalisasi <em>maqā</em><em>ṣid as-syarī‘ah</em> dalam regulasi tersebut, dan merumuskan relevansinya bagi pembaruan hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perbandingan hukum (<em>comparative law</em>) serta pendekatan analitis-filosofis berbasis <em>maqā</em><em>ṣid as-syarī‘ah</em>. Data dikumpulkan dari bahan hukum primer berupa <em>Mudawwanah</em> dan KHI, serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Mudawwanah al-Usrah</em> mengadopsi paradigma progresif-kontekstual dengan pendekatan preventif-represif, di mana negara secara mutlak melindungi hak perempuan melalui syarat finansial ketat, hak veto atau cerai bagi istri, dan ancaman pidana atas manipulasi prosedur. Sebaliknya, KHI berlandaskan paradigma konservatif dengan karakter administratif-prosedural, di mana hakim memiliki diskresi untuk mengesampingkan penolakan istri apabila alasan medis atau fungsional suami terpenuhi. Tinjauan <em>maqā</em><em>ṣid</em> menegaskan bahwa Maroko telah mengoperasionalkan kemaslahatan secara substantif, sedangkan Indonesia masih tertahan pada tataran normatif. Implikasinya, Indonesia perlu melakukan reformulasi regulasi poligami dengan mengoptimalkan otoritas yudisial dalam menilai keadilan substantif, mempertegas sanksi bagi perkawinan tak tercatat, dan menginternalisasikan nilai-nilai perlindungan hak perempuan secara komprehensif.</p>Muksal MinaSaifuddin DhuhriIsmail
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314233635110.63732/aij.v4i2.237Efektivitas Cooperative Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Mahasiswa
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/250
<p style="text-align: justify;">Arabic language learning requires methods that can improve students’ language skills actively and communicatively. One of the methods widely used in modern learning is cooperative learning because it emphasizes collaboration and interaction among students during the learning process. However, in practice, students’ language abilities in Arabic learning have not yet developed optimally, so a study on the effectiveness of cooperative learning in improving students’ language skills is needed. This study aims to analyze the effectiveness of cooperative learning in Arabic language learning and examine its influence on improving students’ language abilities. This study employed a library research method by collecting various data sources such as books, scientific journals, articles, and previous studies relevant to the research topic. The data were analyzed descriptively through the processes of collecting, classifying, understanding, and drawing conclusions based on the reviewed sources. The results of the study indicate that cooperative learning has a positive influence on improving students’ language abilities, especially in speaking, reading, listening, and writing skills. In addition, cooperative learning can also increase students’ learning motivation, participation, collaboration, and self-confidence in using Arabic during the learning process. The success of this method is influenced by the lecturer’s role in managing groups, the use of appropriate learning strategies, and students’ active involvement in learning activities. This study contributes to the development of more active, communicative, and collaborative Arabic learning methods to improve students’ language abilities optimally.</p>Mira Ulfa
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314235236310.63732/aij.v4i2.250Pemanfaatan Media Berbasis Artificial Intelligence Dalam Pendidikan Agama Islam Tinjauan Sistematis Terhadap Implementasi, Etika, Dan Tantangan Pedagogis
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/249
<p style="text-align: justify;">The development of artificial intelligence (AI) has brought significant transformations in the global educational landscape, including Islamic Religious Education (PAI). This article aims to systematically examine the implementation, ethical considerations, and pedagogical challenges in utilizing AI-based media in Islamic Religious Education (PAI) learning. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA flow, collecting and synthesizing the latest academic literature from indexed databases through thematic analysis. The findings indicate that AI media has the potential to improve learning personalization, tajwid pronunciation accuracy, and Quran memorization retention through adaptive systems and real-time feedback. However, the integration of AI also raises ethical dilemmas related to scientific validity (“digital sanad”), the risk of algorithmic hallucinations, data privacy, and the shift in the teacher's role from murabbi to technical facilitator. Pedagogically, the main challenge lies in preserving the tazkiyatun nafs dimension and the formation of morals that inherently cannot be replicated by machines. It is concluded that the use of AI in Islamic Religious Education (PAI) must be based on an Islamic ethical framework (maqashid sharia and the principle of tabayyun), with AI positioned as a co-pedagogue that complements, not replaces, the central role of teachers in guiding students' spirituality and character. Strategic recommendations include developing ethical guardrails, improving the digital literacy of educators, and designing media that is transparent and has verified scientific sources.</p>Jessica Tri AgustinNurlailiDayun Riadi
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314236437210.63732/aij.v4i2.249Pengaruh Kualitas Layanan dan Kompetensi Guru terhadap Kepuasan Peserta Didik dengan Motivasi Belajar sebagai Variabel Intervening
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/263
<p style="text-align: justify;">This study examines the effect of service quality and teacher competence on student satisfaction with learning motivation as an intervening variable at MTs Negeri 29 Jakarta. The background highlights inconsistencies in educational services and teacher competence that potentially affect student satisfaction. This research aims to analyze the direct and indirect effects among these variables. A quantitative method with a survey approach was employed, involving 100 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires and analyzed using path analysis with SPSS. The findings indicate that service quality and teacher competence have a significant direct effect on learning motivation, service quality and teacher competence have a significant direct effect on student satisfaction, and learning motivation has a significant direct effect on student satisfaction. Furthermore, learning motivation significantly mediates the effect of service quality and teacher competence on student satisfaction. The implications suggest that improving service quality and teacher competence can enhance learning motivation, which in turn increases student satisfaction. This study contributes to educational management literature by validating the mediating role of learning motivation in the context of Islamic junior high schools.</p>Iswatun HasanahI Dewa Ketut Kerta WidanaSri Yanthy Yosepha
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314237338210.63732/aij.v4i2.263Model Optimalisasi Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard untuk Membangun Keunggulan Kompetitif di Universitas Islam Kuantan Singingi
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/248
<p style="text-align: justify;">Islamic higher education institutions in Indonesia face persistent challenges in building integrated, measurable strategic management systems that are oriented toward competitive advantage. Many institutions experience a strategy gap between institutional-level planning and unit-level implementation, with performance indicators that remain fragmented, human resource development that is reactive rather than planned, and budget allocations that are disconnected from strategic priorities. This study aims to formulate a strategic management optimization model using the <em>Balanced Scorecard</em> approach to build the sustainable competitive advantage of Universitas Islam Kuantan Singingi. The study employed a qualitative approach with a case study design conducted in 2025. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with 12 informants comprising university leadership, lecturers, and administrative staff, structured observation, and document review, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through four criteria based on Lincoln and Guba standards: credibility, transferability, dependability, and confirmability. The findings reveal three key empirical gaps in the university’s strategic management: the strategic plan has not been fully internalized across faculties and work units; the performance measurement system remains partial and lacks cause-and-effect integration across perspectives; and human resource development is reactive rather than systematically anchored to institutional strategic direction. Based on these empirical findings, an optimization model comprising six interrelated stages was developed: strategic environment analysis, strategic direction formulation, <em>Balanced Scorecard</em>-based strategy map development, key performance indicator formulation, strategic program implementation, and continuous monitoring and evaluation. The four <em>Balanced Scorecard</em> perspectives; learning and growth, internal business processes, stakeholders, and financial form a value chain in which each perspective strengthens the next, collectively building institutional competitive advantage. Islamic values, including amanah, honesty, quality, and sustainability, function as an authentic layer of differentiation embedded throughout the entire model, creating institutional character that cannot be replicated through financial investment alone. This study contributes a contextual <em>Balanced Scorecard</em> framework that specifically integrates Islamic institutional character, governance quality, and competitive advantage-building within a single operational model addressing a gap in the existing literature on strategic management in Indonesian Islamic higher education.</p>Ikrima MailaniZulhainiFitra Wahyuni
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314238340010.63732/aij.v4i2.248Transformasi Bahan Ajar Teks Menjadi Modul Digital Interaktif Berbasis Model ADDIE
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/257
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses transformasi bahan ajar berbasis teks menjadi modul digital interaktif menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Di era Society 5.0, dominasi bahan ajar cetak yang statis dinilai tidak lagi memadai untuk memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang mensyaratkan keterlibatan aktif peserta didik melalui integrasi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen, tanpa menghasilkan produk baru secara fisik. Fokus kajian terletak pada metodologi transformasi konten: bagaimana struktur naratif teks yang linear diurai dan direkonstruksi menjadi struktur modul digital yang navigatif, adaptif, dan interaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan ADDIE, apabila diterapkan secara sistematis dan iteratif, mampu menjamin validitas pedagogis dan praktisitas modul yang dihasilkan. Setiap tahap mulai dari analisis kebutuhan, perancangan arsitektur konten, pengembangan elemen multimedia, implementasi dalam platform digital, hingga evaluasi formatif berkontribusi secara signifikan terhadap kualitas akhir modul. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka metodologis bagi para pendidik yang ingin memodernisasi materi ajar tradisional mereka secara mandiri dan terstruktur, sekaligus mengisi celah literatur yang selama ini lebih banyak berfokus pada produk e-book statis daripada modul interaktif yang sesungguhnya.</p>Rahmat SukriNia WardaniSyarifah RahmahRidho Pahlepi
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314240141210.63732/aij.v4i2.257Penerapan Metode Diskusi pada Mata Pelajaran PAI sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VII di SMP Negeri 2 Mayang
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/259
<p style="text-align: justify;">The application of a learning method is very much needed by students, especially in Islamic Religious Education subjects which are often considered boring due to the lack of student involvement, therefore, a discussion method is needed that can create an active and effective learning atmosphere. The purpose of this study is to describe the application of the discussion method in Islamic Religious Education subjects in improving the learning activities of 7th grade students of SMP Negeri 2 Mayang. The research approach uses a qualitative with a descriptive research type, in this study the Islamic Religious Education teacher and 7th grade students became the research subjects. Data were obtained through interviews, observations, and documentation. The data obtained were then analyzed with the stages of data reduction and presentation, then conclusions were drawn so that an overview of the application of the discussion method in improving student learning activities was obtained. The application of the discussion method was carried out in several stages, namely, interactive lectures and interviews, where both stages can involve students in the learning process, train them to interact and communicate well. The existence of this method can improve student learning activities in understanding the material, daring to express opinions, express ideas, think critically and not passively. Student learning activities can increase because the teacher uses a discussion method that makes students involved in the learning process. Thus, the increase in student learning activities is closely related to learning methods, especially discussion methods that contribute to the learning process.</p>Tadika Hazelina PutriBahar Agus SetiawanSiti Nursyamsiyah
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314241342310.63732/aij.v4i2.259Penerapan Metode Takrir Dalam Meningkatkan Capaian Hafalan Santri Rumah Tahfidz Al-Kifach
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/262
<p style="text-align: justify;">The importance of maintaining the quality of Quranic memorization amidst the naturally elusive nature of memory. The primary challenge frequently faced by students (<em>santri</em>) at Rumah Tahfidz Al Kifach is the difficulty in balancing the addition of new memorization (<em>ziyadah</em>) with the retention of previously memorized verses (<em>muraja’ah</em>). This study aimed to analyze the effectiveness of implementing the <em>takrir</em> (repetition) method as a solution to enhance students' memorization achievements. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicated that the implementation of the <em>takrir</em> method was highly effective in improving students' memorization outcomes. Through consistent repetition, students were able to transfer their memorization from short-term memory to long-term memory, rendering the memorization more fluent (<em>mutqin</em>) and less prone to forgetfulness. Furthermore, this method was proven to help students develop tongue reflexes and memory sharpness, thereby making the process of adding new memorization faster and more stable. This study concludes that the <em>takrir</em> method serves as the primary foundation in the learning system at Rumah Tahfidz Al Kifach, where discipline in repetition is directly proportional to the quality and quantity of memorization achieved by the students.</p>Virza Maulana AbdillahBahar Agus SetiawanSiti Nursyamsiyah
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314242443410.63732/aij.v4i2.262Konsep Munasakhah dalam Fikih Syafi‘iyyah Perspektif Ibnu Hajar al-Haitami dalam Kitab Tuhfat al-Muhtaj Bi Sharh al-Minhaj
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/236
<p style="text-align: justify;">Penelitian ini membahas konsep <em>munāsakhah</em> dalam fikih Syafi‘iyyah berdasarkan kitab <em>Tuhfat al-Muhtāj bi Shar</em><em>ḥ al-Minhāj</em> karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami. <em>Munāsakhah</em> merupakan perpindahan hak waris dari seorang ahli waris yang meninggal dunia sebelum menerima bagiannya kepada ahli warisnya sendiri. Permasalahan ini sering terjadi dalam praktik pembagian warisan di masyarakat dan menimbulkan kerumitan dalam perhitungan serta penyelesaian hak-hak ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep <em>munāsakhah</em> menurut Ibnu Hajar al-Haitami, metode yang digunakan dalam menjelaskan <em>munāsakhah</em> beserta dasar-dasar fikihnya, serta relevansinya terhadap penyelesaian sengketa waris dalam konteks hukum Islam di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif dan analitis. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian adalah kitab <em>Tuhfat al-Muhtāj bi Shar</em><em>ḥ al-Minhāj</em>, sedangkan sumber sekunder berupa kitab-kitab fikih, jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan ilmu faraidh dan <em>munāsakhah</em>. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif, analitis, komparatif, dan kritis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam Ibnu Hajar al-Haitami, <em>munāsakhah</em> terjadi apabila salah satu ahli waris meninggal dunia sebelum pembagian warisan selesai, sehingga bagian yang telah menjadi haknya dipindahkan kepada ahli warisnya. Dalam menjelaskan konsep tersebut, Ibnu Hajar menggunakan metode penyatuan masalah (<em>jam‘ al-masā’il</em>) dan pemisahan masalah (<em>tafrīq al-masā’il</em>) yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmu faraidh dan kaidah fikih mazhab Syafi‘i. Konsep <em>munāsakhah</em> dalam <em>Tuhfat al-Muhtāj</em> memiliki relevansi yang kuat dalam penyelesaian sengketa waris di Indonesia karena dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam kasus kewarisan bertingkat.</p>Khairul AbdiBastiarKafrawi
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314243544510.63732/aij.v4i2.236Pengaruh Kompetensi Guru Dan Metode Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Pada Siswa MTs
https://ejournal.ymal.or.id/index.php/aij/article/view/267
<p style="text-align: justify;">The low learning outcomes of Madrasah Tsanawiyah (MTs) students are often associated with suboptimal teacher competence and the use of learning methods that lack variety, causing students to lack focus, motivation, and active involvement in learning. This study aims to analyse the influence of teacher competence and learning methods on the learning outcomes of Madrasah Tsanawiyah (MTs) students. The research method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, which examines various sources such as articles, journals, and related scientific literature. The results of the study show that both variables have a significant and interrelated influence on improving student learning outcomes. Teacher competence, which includes pedagogical, professional, social, and personality aspects, is the main foundation for creating effective learning. Meanwhile, the selection of appropriate and innovative teaching methods such as inquiry learning, active learning, mind mapping, outdoor learning, and game-based learning has been proven to increase student motivation, engagement, and understanding. The implications of this study emphasise the importance of developing teacher competence and applying varied teaching methods to create a productive and enjoyable learning atmosphere, thereby optimising MTs students' learning outcomes holistically.</p>Didit DarmawanHilya AndiniPratiwi Fadia Sholihah
Copyright (c) 2026 Ameena Journal
2026-05-312026-05-314244646410.63732/aij.v4i2.267