Internalisasi Nilai Islam Wasathiyah (Moderat) Untuk Mencegah Radikalisme Di Kalangan Santri Di Dayah Mudi Mesjid Raya II Namploh Blanggarang
DOI:
https://doi.org/10.63732/aij.v4i1.212Keywords:
Internalisasi, Islam Wasathiyah, Pencegahan Radikalisme, Dayah MUDI, Pendidikan KarakterAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai Islam Wasathiyah (moderat) sebagai upaya preventif terhadap radikalisme di Dayah MUDI Mesjid Raya II Namploh Blanggarang. Di tengah maraknya ideologi transnasional yang mengancam integrasi bangsa, institusi pendidikan dayah memiliki peran strategis dalam membentengi nalar keagamaan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Pimpinan Dayah, Dewan Guru (Teungku), dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moderasi dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) Rekonstruksi pembelajaran Kitab Kuning (Turats) yang dikontekstualisasikan dengan realitas kekinian (fiqh al-waqi’) untuk membangun pemahaman hukum yang fleksibel; (2) Optimalisasi forum Bahtsul Masa’il sebagai laboratorium toleransi yang melatih kerendahan hati intelektual (intellectual humility) dalam menyikapi perbedaan pendapat; dan (3) Penguatan otoritas Teungku sebagai "sanad digital" dan teladan (uswah hasanah) yang membentengi santri dari paparan narasi ekstrem di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pendidikan dayah salafiyah efektif menangkal radikalisme melalui penguatan sanad keilmuan yang jelas dan integrasi semangat cinta tanah air (Hubbul Wathan).
References
Abdullah, M., & Hidayat, R. (2024). Strategi Komunikasi Kyai dalam Menanamkan Nilai Kebangsaan pada Santri Milenial. Jurnal Komunikasi Islam, 14(1), 45–62.
Al-Makassary, R. (2022). Pesantren dan Perdamaian: Menelusuri Jejak Islam Ramah di Indonesia. Yogyakarta: Gading Publishing.
Al-Qardhawi, Yusuf. (2018). Islam Jalan Tengah: Menjauhi Sikap Berlebihan dalam Beragama. Bandung: Mizan.
Arifin, S., & Zubair, M. (2023). Literasi Digital Santri: Membangun Imunitas terhadap Hoaks dan Ujaran Kebencian. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 27(2), 115–130.
Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Azra, Azyumardi. (2016). Transformasi Politik Islam: Radikalisme, Khilafatisme, dan Revitalisasi Maslahat Umat. Jakarta: Prenada Media Group.
Basri, H., & Dwiyanto, A. (2021). Model Pendidikan Deradikalisasi Berbasis Kearifan Lokal di Aceh. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 9(3), 567–588.
Dhofier, Zamakhsyari. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Fahri, M., & Zainuri, A. (2023). Moderasi Beragama dalam Kurikulum Pesantren Salafiyah: Studi Analisis Materi Fiqih. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 40–58.
Fitriani, S., & Nasir, M. (2025). The Role of Dayah Education in Countering Violent Extremism in Post-Conflict Aceh. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 15(1), 1–25.
Hasanah, U. (2024). Nalar Kritis dan Toleransi: Efektivitas Metode Bahtsul Masa’il dalam Mencegah Ekstremisme Beragama. Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 10(1), 70–85.
Ibrahim, T., & Rusli, K. (2022). Tradisi Beut Malam: Penguatan Identitas Keislaman dan Keacehan dalam Menangkal Budaya Asing. Jurnal Adabiya, 24(2), 198–215.
Kusuma, A. R. (2026). Islam Wasathiyah di Era AI: Tantangan dan Peluang Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Lestari, Y., & Supriyatno, T. (2021). Internalisasi Nilai Multikultural dalam Pembelajaran PAI di Pesantren Tradisional. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 16(2), 210–228.
Mahfud, C., & Rois, I. (2023). Islam, Politics, and Moderation: The Role of Dayah Ulama in Aceh’s Socio-Political Stability. Studia Islamika, 30(2), 245–276.
Majelis Ulama Indonesia (MUI). (2018). Buku Saku Islam Wasathiyah. Jakarta: Tim Penyusun MUI Pusat.
Maulana, D. (2024). Resiliensi Dayah Menghadapi Arus Transnasionalisme: Studi Kasus di Pidie Jaya. Jurnal Sosiologi Agama, 18(1), 33–50.
Miles, M.B., Huberman, A.M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Arizona: Sage Publications.
Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2015). Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Surabaya: Citra Media.
Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Nata, Abuddin. (2014). Sosiologi Pendidikan Islam. Jakarta: Rajawali Pers.
Pratama, R. A. (2021). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Dayah Aceh. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 9(2), 201–220.
Rahman, F., & Setiawan, B. (2022). Fiqh Siyasah dan Wawasan Kebangsaan: Analisis Materi Pembelajaran di Ma'had Aly. Jurnal Hukum Islam, 21(1), 89–104.
Rijal, Syamsul. (2019). Dayah dan Modernitas: Dinamika Pendidikan Islam di Aceh. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Ruhama, U., & Suharto, T. (2022). Relevansi Kitab Turats dalam Menangkal Radikalisme di Era Digital. Studia Islamika, 29(3), 512–535.
Saputra, E., & Arifin, Z. (2025). Sanad Digital: Transformasi Otoritas Keagamaan Kyai dalam Melawan Narasi Radikal di Media Sosial. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 27(1), 80–98.
Sari, N., & Aulia, R. (2023). Peran Perempuan (Umi Dayah) dalam Pendidikan Damai di Lingkungan Pesantren Salaf. Jurnal Kependidikan Islam, 13(2), 150–165.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahid, Abdurrahman. (2006). Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute.
Wibowo, A. P. (2022). Resiliensi Santri Terhadap Paham Radikal: Peran Literasi Keagamaan Lintas Mazhab. Jurnal Islam Nusantara, 6(1), 30–45.
Yusuf, M., & Rahmawati, D. (2023). Peran Teungku Dayah dalam Membangun Harmoni Sosial Pasca Konflik di Aceh. Jurnal Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 23(1), 10–28.
Zulfikar, T. (2021). The Boarding School Culture: Building Inclusive Character in Traditional Dayah of Aceh. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 11(2), 105–120.

