Dinamika Revivalisme dan Nasionalisme di Dunia Islam Era Jamaluddin AL-Afghani
DOI:
https://doi.org/10.63732/aij.v2i3.104Keywords:
Revivalisme, Nasionalisme, Jamaluddin Al-AfghaniAbstract
Penelitian berjudul “Dinamika Revivalisme dan Nasionalisme di Dunia Islam Era Jamaluddin Al Afghani” bertujuan menyajikan (1) Latar Belakang Revivalisme dan Nasionalisme di dunia Islam era Jamaluddin Al-Afghani (2) Perkembangan Revivalisme dan Nasionalsime di dunia Islam era Jamaluddin AL-Afghani (3) Pengaruh Revivalisme dan Nasionalisme di dunia Islam erea Jamaluddin Al-Afghani. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis deskripsi kualitatif, menggunakan metode penelitian yang mengumpulkan data lalu digabungkan. Penelitian ini memanfaatkan teori Revivalisme dan Nasionalisme era Jamaluddin Al-Afghani di abad ke-19. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Penyebab Revivalsme dan Nasionalisme (2) Perkembangan Revivalisme dan Nasionalisme (3) Pengaruh Revivalisme dan Nasionalisme. Dengan kondisi demikian, maka dapat disimpulkan bahwa Era Jamaluddin Al-Afghani mendorong kebangkitan Islam dan nasionalisme, yang menguatkan identitas agama dan nasional, melawan kolonialisme, meningkatkan pendidikan, dan menghasilkan kepemimpinan yang adil.
References
Azzahra, N. A. S., & Santoso, G. (2023). Filsafat konten nasionalisme, patriotisme, dan perjuangan untuk generasi Z bangsa Indonesia. Jurnal Pendidikan Transformatif, 2(2), 214-226.
Hamdan, M., Ihda, S., & Dahlan, Z. (2024). Kebangkitan Islam: Tinjauan Konsep Modernisasi, Revivalisasi, dan Westernisasi Serta Tokoh-Tokohnya. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(1).
Iqbal, M. (2015). Pemikiran Politik Islam. Kencana.
Irfan, M., & Susmihara, S. (2024). Sejarah Pembaharu Islam di Mesir: Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh. AHKAM, 3(1), 86-105.
Jumrotun, S., & Roza, E. (2024). Implementasi Konsep Pendidikan Islam Jamaluddin Al-Afgani Di Indonesia. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 8(1), 173-187.
Kalsum, N. U. (2014). Perkembangan Pemikiran Dan Peradaban Islam Pada Abad Modern. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, 14(2), 163-178.
Karim, S. (2024). Islamisme, Melayu Muslim, dan Revivalisme Islam di Asia Tenggara. Review of International Relations, 6(1), 77-90.
Kholisin, M. (2017). Konsep pendidikan kepribadian dalam perspektif Hasan Al-Banna terhadap pembinaan spiritual remaja (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Kulsum, U. (2008). Reformulasi ijtihad dalam perspektif Yusuf al-Qardhawi dan Fazlur Rahman (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).
Kurdi, S. (2015). Jamaluddin Al-Afghani Dan Muhammad Abduh (Tokoh Pemikir dan Aktivis Politik di Dunia Islam Modern). Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 15(1).
Munir, A. A. (2018). Agama, politik dan fundamentalisme. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 149-169.
Movitaria, Mega Adyna, Ade Putra Ode Amane, Muhammad Munir, Qurnia Indah Permata, Teungku Amiruddin, Edriagus Saputra, Ilham Ilham, et al. Metodologi Penelitian. Sumatera Barat: CV. Afasa Pustaka, 2024.
Putra, R. A., & Iswahyudi, I. (2023, September). Setting Sosial Politik Dalam Dakwah Islam Dan Modernisme Jamaluddin Al-Afghani. In Proceeding of Conference on Strengthening Islamic Studies in The Digital Era (Vol. 3, No. 1, pp. 257-265).
Rahmawati, R. D., Waslah, M. P. I., & Fauzi, M. I. (2023). Kemunduran dan Gerakan Pembaruan Islam. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah.
Septiana, E., & Rofiah, K. (2023). Dampak Dan Peranan Pemikiran Politik Tokoh Islam (Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh Dan Muhammad Iqbal) Terhadap Pembaruan Dunia Islam. Amal: Jurnal Ekonomi Syariah, 5(02).
Septiyadi, N. R. T., & Nurpadjarillah, L. (2023). Pembaharuan Dalam Islam Abad 19. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(2), 168-176.
Yumitro, G. (2018). Peluang dan Tantangan Gerakan Revivalisme Islam di Indonesia Pascareformasi. TSAQAFAH, 14(1), 55-72.
Zuhdi, M. N. (2011). Kritik Terhadap Pemikiran Gerakan Keagamaan Kaum Revivalisme Islam di Indonesia. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 16(2), 171-192.

