Konstruksi Makna Syahid Dalam Hikayat Prang Sabi: Perspektif Kajian Sastra

Authors

  • As’adi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63732/aij.v3i3.226

Keywords:

Syahid, Hikayat, Sastra Aceh, Konstruksi Makna, Ideologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi makna syahid dalam Hikayat Prang Sabi karya Teungku Chiek Pante Kulu dari perspektif kajian sastra. Hikayat ini memiliki peran penting dalam membangun kesadaran religius dan semangat perlawanan masyarakat Aceh pada masa kolonial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan sumber utama teks hikayat serta literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna syahid dalam hikayat dikonstruksi melalui penggunaan bahasa simbolik, legitimasi ayat-ayat Al-Qur’an, serta narasi yang menempatkan syahid sebagai bentuk kehidupan abadi. Selain itu, hikayat ini juga berfungsi sebagai media ideologis dalam membangun semangat jihad dan perlawanan terhadap kolonialisme.

References

Abdullah, i. T. (2000). Ulama dan Hikayat Perang Sabil Dalam Perang Belanda Di Aceh (p. 237). Humaniora volume xii no. 3.

Alfian, Ibrahim. (1987). Perang Di Jalan Allah, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Al-Sirhan, m. H. (n.d.). Al-syahid wa Ahkamuhu Fi Al-Fiqhi Al-Islamy (a. H. Jasim (ed.)). Manzhumat al-Mu’tamar Al-Intilak Al-Syi’iy.

Azra, A. (2004). Jaringan ulama Timur Tengah dan kepulauan Nusantara abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana.

Djamaris, E. (2002). Metode penelitian filologi. Jakarta: Manasco.

Habib, Yusra, dkk. (2015). Strategi Belanda Mengepung Aceh 1873-1945, Bandar Publishing: Banda Aceh.

Hardiansyah. (2010), Ontologi Hikayat Prang Sabi, Substantia. Vol. 12, Nomor 1, April 2010.

Ibrahim, M. (2013). Hikayat Prang Sabi: Analisis teks dan konteks sejarah. Banda Aceh: Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat Aceh.

Ritaudin, M. S. (2012). Ideologi Mati Syahid Bendera Pembenaran Melakukan Teror Kekerasan‎. Jurnal Tapis, 8 No. 2 (Juli-Desember 2012).

Sarwat, A. (n.d.). Mati Syahid (Fatih (ed.)). Rumah Fiqih Publishing.

Siahaan, S. (2021). Strategi Perang Semesta Dalam Perang Aceh (1873-1912). Jurnal Inovasi Penelitian, 1 No. 11 (April 2021), 2537–2548. Https://doi.org/10.47492/jip.v1i11.517

Tim Penanggulangan Terorisme Melalui Pendekatan Ajaran Islam. (2009). Meluruskan Makna Jihad Mencegah Terorisme, cet. Ke-5, Jakarta: Departemen Agama RI.

Wafiyah. (2014). Prioritas Dakwah Pada Masa Penjajahan Belanda Di Indonesia. Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 34, (Juli-Desember 2014), 269. Https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21580/jid.35.2.1610

Zentgraaff, H.C. (1982). Aceh, Terj. Firdaus Burhan, Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Zulhilmi. (2016). Dinamika Pergolakan Konflik Aceh Tahun 1945-1947. Jurnal Politik dan Pemerintahan, Vol. 1, (Juli 2016), 23–36.

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

As’adi, A. (2025). Konstruksi Makna Syahid Dalam Hikayat Prang Sabi: Perspektif Kajian Sastra. Ameena Journal, 3(3), 265–285. https://doi.org/10.63732/aij.v3i3.226