Konsep Munasakhah dalam Fikih Syafi‘iyyah Perspektif Ibnu Hajar al-Haitami dalam Kitab Tuhfat al-Muhtaj Bi Sharh al-Minhaj
DOI:
https://doi.org/10.63732/aij.v4i2.236Keywords:
Munāsakhah, Fikih Syafi‘iyyah, Ibnu Hajar al-Haitami, Waris Islam, Tuhfat al-MuhtājAbstract
Penelitian ini membahas konsep munāsakhah dalam fikih Syafi‘iyyah berdasarkan kitab Tuhfat al-Muhtāj bi Sharḥ al-Minhāj karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami. Munāsakhah merupakan perpindahan hak waris dari seorang ahli waris yang meninggal dunia sebelum menerima bagiannya kepada ahli warisnya sendiri. Permasalahan ini sering terjadi dalam praktik pembagian warisan di masyarakat dan menimbulkan kerumitan dalam perhitungan serta penyelesaian hak-hak ahli waris. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep munāsakhah menurut Ibnu Hajar al-Haitami, metode yang digunakan dalam menjelaskan munāsakhah beserta dasar-dasar fikihnya, serta relevansinya terhadap penyelesaian sengketa waris dalam konteks hukum Islam di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif dan analitis. Sumber primer yang digunakan dalam penelitian adalah kitab Tuhfat al-Muhtāj bi Sharḥ al-Minhāj, sedangkan sumber sekunder berupa kitab-kitab fikih, jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan ilmu faraidh dan munāsakhah. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumenter, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif, analitis, komparatif, dan kritis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Imam Ibnu Hajar al-Haitami, munāsakhah terjadi apabila salah satu ahli waris meninggal dunia sebelum pembagian warisan selesai, sehingga bagian yang telah menjadi haknya dipindahkan kepada ahli warisnya. Dalam menjelaskan konsep tersebut, Ibnu Hajar menggunakan metode penyatuan masalah (jam‘ al-masā’il) dan pemisahan masalah (tafrīq al-masā’il) yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmu faraidh dan kaidah fikih mazhab Syafi‘i. Konsep munāsakhah dalam Tuhfat al-Muhtāj memiliki relevansi yang kuat dalam penyelesaian sengketa waris di Indonesia karena dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan dalam kasus kewarisan bertingkat.
References
Al-Bukhari, M. ibnu I. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. D{={a}}r Ibn Kath{={i}}r.
Al-Haitami, I. H. (n.d.). Tuhfat al-Muḥtāj bi Sharḥ al-Minhāj (Vol. 6). D{={a}}r al-Fikr.
al-Haytamī, I. Ḥajar, & Aḥmad, S. al-D. (n.d.). Tuḥfat al-Muḥtāj bi Syarḥ al-Minhāj. Dār al-Fikr.
Al-Suyuti, J. al-D. (1990). Al-Asybāh wa al-Naẓā’ir. D{={a}}r al-Kutub al-`Ilmiyyah.
Al-Syatibi, A. I. (2004). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Syarī‘ah (Vol. 2). D{={a}}r al-Kutub al-`Ilmiyyah.
al-Zuhaili, W. (2007). Al-Fiqh al-Islam Wa Adillatuh, Juz III. Dar al-Fikr.
Al-Zuhayli, W. (1985). Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī. D{={a}}r al-Fikr.
Ali, M. D. (2012). Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. RajaGrafindo Persada.
Amir, S. (2011). Hukum Kewarisan Islam. Kencana Prenada Media Group.
Az-Zuhaili, W. (1989a). Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu (Vol. 5). Dar al-Fikr.
Az-Zuhaili, W. (1989b). Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu (Vol. 5). Dar al-Fikr.
Azra, A. (2013). Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Kencana.
bin Ahmad al-Khatib al-Syirbini, S. M. (2003). Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifah Ma’ani Alfazh al-Minhaj (Vol. 3). Toha Putra.
Hidayat, M. (2023). Problematika Munasakhah dalam Pembagian Warisan Keluarga Muslim. Jurnal Hukum Islam, 21(1), 78.
ibn al-Hajjaj, M. (2006). Sahih Muslim. D{={a}}r {d{T}}ayyibah.
Ibn Manzur, M. ibnu M. (n.d.). Lisān al-‘Arab (Vol. 10). D{={a}}r {d{S}}{={a}}dir.
Karim, A. (2022). Konsep Munasakhah dalam Fikih Mawaris. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 15(2), 134.
Rofiq, A. (2013). Hukum Islam di Indonesia. RajaGrafindo Persada.
Syarifuddin, A. (2011). Hukum Kewarisan Islam. Kencana.
Zed, M. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

